Mengenal Profesi Fotografer Wartawan Lebih Dalam

Mengenal Profesi Fotografer Wartawan Lebih Dalam

Posted on by admin

Fotografi pada dasarnya bukan kegiatan yang bisa dianggap sebagai pekerjaan. Tetapi, karena banyaknya aktifitas yang membutuhkan jasa seorang fotografer. Maka fotografi bisa dijadikan sebagai pekerjaan bagi sebagian orang yang memang menyukai dunia ini. Fotografi awalnya hanya sebagai hobi sekedar pemuas/penyenang hati. Seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi semakin maju, sehingga banyak masyarakat yang membutuhkan seorang fotografer dari bidang jurnalistik, dunia seni hingga usaha-usaha kecil penyedia jasa foto. Fotografer sendiri merupakan sebutan bagi seorang yang melakukan pekerjaan sebagai juru foto. Lalu seorang fotografer dibedakan menjadi tiga yakni fotografer jurnalis, fotografer seni, dan fotografer umum.

Diantara ketiganya memiliki tujuan dan maksud yang berbeda saat memutuskan memilih sebagai seorang fotografer http://speedbet88.co Ketiga fotografer tersebut juga bekerja untuk keperluan yang berbeda-beda lagi. Seorang fotografer pers bisa bekerja diberbagai perusahaan media massa baik pertelevisian, majalah, koran dan digital. Fotografer seni bisa bekerja untuk dirinya sendiri ataupun grup. Biasanya mereka membuka tempat kursus atau membuat perkumpulan sesama penyuka fotografi kemudian hasil jepretannya dipajang di sebuah pameran dan dijual kepada seseorang yang tertarik. Sedangkan, fotografer umum tergolong ke dalam fotografer lepas yang bekerja di tempat-tempat wisata menawarkan jasa foto atau membuka usaha-usaha kecil membuka studio foto guna pernikahan, wisuda, pembuatan foto identitas.

Dunia fotografi hadir sejak tahun 1800-an, saat itu pula teknologi foto dari kamera jadul mulai eksis dipergunakan oleh masyarakat. Namun, tidak semua orang memiliki kamera per individu hanya beberapa orang yang mampu membelinya. Terkadang orang-orang membeli kamera hanya sekedar hobi atau keperluan mencari nafkah. Saat-saat itulah perkembangan fotografi naik pamor dan semakin dibutuhkan di dunia industri bisnis. Bahkan, setelah bebasnya pers di berbagai negara membuat fotografi semakin laris sebagai alat visualisasi ide. Dengan menunjukkan sebuah potret gambar tertentu juga mampu menyampaikan gagasan sesuai dari isi foto tersebut. Jika gambar berisi manusia maka akan dicerminkan melalui ekspresi. Apabila gambar berisi lingkungan atau alam ditunjukkan dari keadaan suasana pada saat itu.

Seorang fotografer wartawan pun tidak hanya sekedar memotret-motret lingkungan yang mereka lihat saja. Melainkan, mereka terlebih dahulu harus bisa membaca lingkungan dan keadaan sekitar baru dipotret dengan nuansa yang bisa menyampaikan pesan. Tugas seorang fotografer wartawan tidak bisa disamakan dengan wartawan/jurnalis. Pekerjaan mereka jelas berbeda, sebab fotografer wartawan memiliki tugas utama memfoto suatu kejadian yang bisa dijadikan sebuah berita atau mencari bukti dari berita telah ada. Tugas menulis dan membuat berita sudah diserahkan ke pihak wartawan/jurnalis. Sayangnya perkembangan teknologi telah merubah aturan kejurnalisan yang menyebabkan setiap jurnalis wajib memiliki kemampuan bermain kamera.

Padahal mengambil sebuah gambar tidak bisa sembarangan, tetapi sebagian perusahaan pers menerapkan aturan penyatuan profesi bahwa seorang wartawan yang mangkal di http://homebet99.com harus bisa menulis sekaligus memotret moment. Terlebih lagi para wartawan itu hanya bermodalkan handphone atau kamera digital kecil yang kualitas gambarnya sudah diakui rendah. Untungnya tidak semua perusahaan pers menerapkan aturan tersebut, masih ada beberapa lainnya yang menyadari kualitas gambar mempengaruhi pesan potret akan disampaikan. Penggandaan profesi oleh sebagian perusahaan-perusahaan pers ditujukan untuk penekanan anggaran penghasilan bagi pegawainya. Karena setiap perusahaan pers berdiri memang tujuannya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Bahkan aturan penggandaan bagi seorang wartawan ikut diatur dalam Undang-Undang pasal 1 ayat 1 nomor 40 tahun 1999 tentang pers ialah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, data dan grafik.

Leave a Reply