Suka Duka Menjadi Fotografer Wartawan

Suka Duka Menjadi Fotografer Wartawan

Posted on by admin

Bagi sebagian orang profesi fotografer merupakan pekerjaan yang kurang menjanjikan. Sebab, pekerjaan fotografer tidak menentu setiap hari ada job. Seorang fotografer akan bekerja ketika ada panggilan saja. Sehingga, penghasilan yang mereka dapatkan pun tidak tetap. Begitu pula dengan fotografer wartawan, mereka juga merasakan nasib yang sama terkait penghasilan tergantung dengan kapan datangnya pekerjaan.

Tetapi, tidak semua fotografer wartawan itu berpenghasilan tidak tetap semua tergantung pada status dari masing-masing individu. Jika seorang fotografer wartawan tersebut dikontrak tetap oleh sebuah perusahaan komunikasi baik pertelevisian, majalah, koran atau bahkan statusnya diakui sebagai pegawai tetap. Maka, mereka yang berprofesi seperti itu akan mendapatkan penghasilan tetap juga dan lebih mencukupi kebutuhan sehari-hari. Berbeda dengan fotografer wartawan masih berstatus lepas atau freelance, mereka hanya mendapatkan pendapatan pas-pasan sesuai banyaknya panggilan dan pekerjaan yang dikerjakan.

Seseorang yang bersedia mengambil resiko ini hanya segelintir orang yang memang benar-benar menyukai aktifitas bermain kamera. Terkadang pekerjaan sebagai fotografer wartawan berangkat dari hobi kemudian karena terlalu mencintainya dialihkan menjadi profesi. Tidak semua orang pintar dalam memegang kamera dan menghasilkan potret yang cantik. Menjadi fotografer wartawan perlu memiliki modal keahlian lihai mengambil gambar, kesabaran dan mental yang kuat.

Sebab, saat mengambil gambar dimanapun lokasinya belum tahu bagaimana kondisi yang akan dihadapi. Saat mengambil gambar perlu kesabaran dalam membidik gambar yang tepat hingga menghasilkan gambar bagus. Seorang fotografer wartawan tanpa memiliki basic sebagai fotografer, dia hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga akibat gambar yang diambil tidak sesuai dengan tema atau kebutuhan berita.

Ketika menjadi fotografer wartawan juga beresiko merasakan penindasan atau pelecehan dari objek-objek yang diprotetnya bahkan nyawa mereka pun bisa terancam. Contohnya, seorang fotografer wartawan yang sedang meliput dan mengambil gambar di lokasi kejadian demonstrasi guna mendapatkan berita terkini. Mereka rela mendekat hingga merasakan hiruk pikuknya demonstrasi yang terkadang ada serangan kekerasan pula. Pelecehan/penindasan dialami oleh para fotografer bisa didapatkan dari petinggi sebuah negara yang tersandung kasus korupsi kemudian tidak suka diekspos dan fotografer wartawan terkena pukulan atau kata-kata kasar.

Leave a Reply